Jumat, 10 Mei 2013


Jelajah Laut

Just Moving Forward

DAFTAR ISTILAH (Tugas Ekolatrop)

BERIKUT INI MERUPAKAN DAFTAR ISTILAH DARI RESUME MATA KULIAH EKOLOGI LAUT TROPIS YANG DIMUAT DI : http://harispramana53.wordpress.com/2010/04/14/resume-ekologi-laut-tropis/
Ekologi : Ilmu yangmempelajari tentang interaksi antara komponen biotic (makhluk hidup) dengan komponen abiotik (lingkungan)
Ekosistem : Merupakan interaksi antara komunitas dengan lingkungan yang merupakan kesatuan ekologi. Contohnya adalah ekosistem mangrove.
Ekologi laut tropis : Merupakan interaksi antara satu ekosistem dengan ekosistem yang lain, dan memungkinkan pula terjadi interaksi yang saling mempengaruhi dari beberapa ekosistem serta interaksi antara ekosistem dengan lingkungan yang berada pada daerah tropis.
Laut tropis : lautan yang mendapatkan penyinaran matahari secara terus-menerus sepanjang tahun dan seperti daerah tropis hanya memiliki dua musim ,yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Sedimentasi : Pengendapan  atau suatu tubuh material padat yang terakumulasi di permukaan bumi atau di dekat permukaan bumi, pada kondisi tekanan dan temperatur yang rendah.
Habitat : Tempat dimana makhluk hidup tinggal.
Relung/ Niche : Peranan organism dalam suatu habitatnya.
Adaptasi : Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya yang berubah.
Evolusi : Perubahan sifat jenis secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
Siklus biogeokimia : Merupakan pengertian dari siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik menjadi komponen biotik dan kembali lagi ke dalam komponen abiotik yang berlangsung secara terus menerus.
Denitrifikasi : Suatu  nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan.
Organisme : Suatu makhluk hidup yang hidup di alam bumi.
Wilayah pesisir : Merupakan daerah pertemuan antara darat dan laut; ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat.
Weathering : Proses pelapukan.
Atmosphere  input : Masuknya nutrient dari atmosphere melalui proses hujan yang membawa berbagai nutrient dari penguapan yang terjadi.
Biological Nitrogen Fixation : fiksasi biologis nitrogen (BNF) terjadi ketika atmosfer nitrogen diubah menjadi amonia oleh enzim
Immigration : Perpindahan suatu nutrient dari ekosistem terkait ke luar dari ekosistem tersebut atau ekositem lainnya.
Erosi : peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi anginair atau es, karakteristik hujan,creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan keduanya.
Leaching intrusi : Proses keluarnya nutrient dari suatu ekosistem dengan cara intrusi dari suatu ekosistem tersebut.
Gaseos Losses (Pembuangan berupa gas) : Suatu proses pembuangan suatu nutrient berupa gas – gas yang keluar dari suatu ekosistem.
Emigration and Harvesting : Proses perpindahan nutrient atau keluarnya nutrient dari suatu ekosistem ke luar dari ekosistem tersebut.
Zooxanthellae : Karang baru bekerja sama dengan alga
Terumbu karang : bangunan ribuan karang yang menjadi tempat hidup berbagai ikan dan makhluk laut lainnya
Line Intercept Transect (LIT) : metode yang di gunakan untuk mengukur ekosistem terumbu karang yang cakupan wilayahnya kecil atau sempit seperti daerah Perlindungan Laut (DPL) berbasis masyarakat.
Petak contoh (Transect plot): adalah metode pencuplikan contoh populasi suatu komunitas dengan pendekatan petak contoh yang berada pada garis yang ditarik melewati wilayah ekosistem tersebut
Energy : ukuran dari kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. Satuan energi adalah joule
Materi : sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.

TRANSPOR MATERI, ENERGI, DAN RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI WILAYAH PESISIR KARANG BOLONG

Oleh : Sena Wiratama S. (230210080044)
Pesisir menjadi wilayah yang sangat berarti bagi kehidupan manusia di bumi. Edgreen pada tahun 1993 memperkirakan bahwa sekitar 50-70% dari 5,3 milyar penduduk di bumi sekarang ini tinggal di kawasan pesisir (Kay R, 1999). Wilayah pesisir memiliki keunikan ekosistem. Wilayah ini sangat rentan terhadap perubahan, baik karena diakibatkan oleh aktifitas daerah hulu maupun karena aktifitas yang terjadi di wilayah pesisir itu sendiri.
Permasalah wilayah pesisir yang dikemukakan oleh Rohmin Dahuri (2001) merupakan permasalah umum wilayah pesisir yang banyak dijumpai di Indonesia. Dikemukakan bahwa permasalah wilayah pesisir meliputi : pencemaran, kerusakan habitat pantai, pemanfaatan sumberdaya yang berlebihan, abrasi pantai, konversi kawasan lindung dan bencana alam. Permasalah-permasalahn tersebut sebagian besar diakibatkan oleh aktifitas kegiatan manusia baik yang tinggal dalam kawasan maupun yang berada di luar kawasan. Salah satu ekosistem yang terkena dampak dari permasalahan tersebut adalah padang lamun.
Padang lamun merupakan tumbuhan yang hidup terbenam di perairan dangkal yang agak berpasir. Secara ekologis padang lamun memiliki beberapa fungsi penting bagi daerah pesisir yaitu ; sumber utama produktivitas primer, sumber makanan penting bagi organisme, dengan sistem perakaran yang rapat menstabilkan dasar perairan yang lunak, tempat berlindung organisme, tempat pembesaran bagi beberapa spesies, sebagai peredam arus gelombang dan sebagai tudung pelindung panas matahari. Kehidupan padang lamun sangat dipengaruhi oleh kondisi kecerahan air laut, temperatur air laut, salinitas, substrat dan kecepatan arus.
Padang lamun sering dijumpai berdampingan atau tumpang tindih dengan ekosistem mangrove dan terumbu karang. Bahkan, terdapat interkoneksi antarketiganya. Berikut bagan yang menggambarkan interaksinya :
Keberadaan padang lamun di wilayah pantai selatan jawa khususnya di daerah Karang Bolong jumlahnya sedikit, selain karena permasalahan yang diungkapkan di atas tadi, hal ini juga dikarenakan kondisi tofografi pesisir selatan yang curam dan tidak selandai pesisir di pantai utara Jawa.
Padang lamun dapat terdiri dari vegetasi lamun jenis tunggal ataupun jenis campuran. Padang lamun merupakan tempat berbagai jenis ikan berlindung, mencari makan, bertelur, dan membesarkan anaknya. Ikan baronang, misalnya, adalah salah satu jenis ikan yang hidup di padang lamun.
Amat banyak jenis biota laut lainnya hidup berasosiasi dengan lamun, seperti teripang, bintang laut, bulu babi, kerang, udang, dan kepiting. Duyung (Dugong dugon) adalah mamalia laut yang hidupnya amat bergantung pada makanannya berupa lamun. Penyu hijau (Chelonia mydas) juga dikenal sebagai pemakan lamun yang penting. Karena itu, rusak atau hilangnya habitat padang lamun akan menimbulkan dampak lingkungan yang luas.
Dalam ekosistem lamun ,rantai makanan tersusun dari tingkat-tingkat trofik yang mencakup proses dan pengangkutan detritus organik dari ekosistem lamun ke konsumen yang agak rumit. Sumber bahan orfganik berasal dari produk lamun itu sendiri, di samping tambahan dari epifit dan alga makrobentos, fitoplankton dan tanaman darat. Zat organik di makan fauna melalui perumputan (grazing) atau pemanfaatan detritus. Gambar di bawan ini menunjukkan rantai makanan dan energy pada kosistem lamun.

Pada bagan di atas, sumber energy utama adalah cahaya matahari yang digunakan organism autotrop seperti lamun dan fitoplankton sebagai produsen untuk berfotosintesis. selanjutnya rantai makanan terbagi ke dalam dua, yaitu rantai makanan detritus dan rantai makanan merumput.
Pada rantai makanan detritus, guguran daun adalah sumber nutrient yang diurai oleh bakteri (detrivor). yang kemudian detritus tersebut dimakan oleh cacing, kepiting dan meiofauna lainnya sebagai konsumen tingkat pertama. kemudian konsumen tingkat pertama ini dimakan oleh ikan sedang sebagai konsumen tingkat kedua, dan konsumen tingkat kedua dimakan oleh ikan besar sebagai konsumen tingkat ketiga dan oleh burung laut sebagai predator. kemudian konsumen tingkat tiga dimakan oleh ikan hiu sebagai predator yang menduduki tingkatan tropok paling tinggi. Ketika predator tersebut mati maka jasadnya diurai oleh bakteri sebagai detrivor yang menguraikan materi dari bangkai tersebut supaya dapat digunakan lagi oleh konsumen tingkat pertama.
Sedangkan pada rantai makanan merumput, sumber nutriennya secara langsung adalah tumbuhan lamun itu sendiri yang daunnya dimakan oleh konsumen tingkat pertama yaitu dugong, penyu, ikan beronang dan bulu babi. kemudian konsumen tingkat pertama ini dimakan oleh predator kecuali bulu babi, ia dimakan oleh ikan buntal sebagai konsumen kedua.
Adapun guguran daun tidak seluruhnya menjadi detritus, tetapi ada juga yang menjadi bahan organic terlarut yang kemudian dimanfaatkan oleh fitoplankton. peran fitoplankton disini sebagai produsen. kemudian fitoplankton tersebut dimakan oleh zooplankton sebagai konsumen tingkat pertama yang selanjutnya dimakan oleh ikan anakan kecil sebagai konsumen kedua. ikan kecin ini akan kembali dimakan oleh ikan sedang dan pada akhirnya transport energy dan materi akan masuk ke dalam rantai makanan detritus. pasokan bahan organic tidak seluruhnya berasal dari dalam ekosistem tetapi ada juga yang dari luar ekosistem seperti dari ekosistem mangrove, terumbu karang, dan dari aliran sungai.
Kerusakan pada tingkatan trofik ataupun produsen akan memutus rantai makanan dan menyebabkan keseimbangan terganggu dan pada akhirnya kerusakan tersebut diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak bertanggungjawab terhadap lingkungan.

__untuk teman-teman kelautan__

Untuk teman-teman dari ilmu kelautan yang ingin melihat tulisan yang ditugaskan dosen METEOROLOGI
silahkan klik tab yang bernama “TUGAS METEOROLOGI LAUT” yang beradan di pojok kanan atas..
selamat mencoba dan selamat berkomentar…

masalah-masalah


Permasalahan Lingkungan :
  1. Pemanasan Global (Global warming)
Pemanasan global terjadi akibat efek gas rumah kaca, terutama CO2. Pada keadaan normal, sinar matahari yang sampai ke bumi sebagian di serap dan sebagian lagi dipantulkan. Ketika konsentrasi gas rumah kaca melampaui batas, sinar matahari yang seharusnya dipantulkan tersebut menjadi tidak dapat dipantulkan karena tertahan oleh gas tersebut. Akibatnya bumi menjadi panas, es semakin banyak yang meleleh dan iklim semakin tidak menentu.
Solusi : solusi untuk menanggulangi pemanasan global adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca yaitu dengan mengurangi industry yang tidak ramah lingkungan, mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan BBM dan menghentikan perambahan hutan sehingga konsentrasi gas rumah kaca dapat di tekan.
  1. Permasalahan sampah di Indonesia
Permasalahan sampah pada dasarnya disebabkan oleh manajemen tata kota yang buruk dan kurangnya kesadaran masyarakat serta ketidakpedulian akan lingkungan.
Solusi : Untuk mengatasi kesadaran lingkungan harus ditanamkan pada setiap warga Negara akan rasa cinta kepada lingkungan. Tetapi semua itu harus dimulai dari pemerintah dengan membenahi manajemen tata kota atau pendistribusian sampah sehingga sampah tidak menumpuk, kedua, harus ada instalasi daur ulang sampah yang ramah lingkungan sehingga sampah yang non organic tidak menjadi bahan pencemar. Ketiga, pemerintah harus mensosialisasikan atau mengkampanyekan tentang kesadaran lingkungan.
Permasalahan Sosial :
  1. Pengangguran
Pengangguran terjadi akibat jumlah warga Negara lebih banyak dibandingkan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia dan sumber daya manusia (SDM) yang kurang kompeten.
Solusi : untuk mengatasi pengangguran pertama-tama harus dibentuk terlebih dahulu SDM yang kompeten dan terampil sehingga dapat bersaing secara Internasional dengan mengutamakan pendidikan karena jika hanya dengan menyediakan lapangan pekerjaan saja tentunya tidak akan berhasil karena jika SDM nya maju maka dengan sendirinya lapangan pekerjaan akan tersedia dan pengangguran semakin sedikit.
  1. Pelanggaran Hukum
Pelanggaran hukum adalah ketidak-patuhan seseorang terhadap aturan yang berlaku di lingkungan tempat ia tinggal.
Solusi : kurangnya kesadaran, rendahnya akhlak, dan kurang pendidikan adalah sebab utama seseorang melanggar hokum. Oleh karena itu harus ditanamkan sejak dini kesadaran diri melalui pendidikan yang baik sehingga akan tercipta akhlak yang mulia
Permasalahan Budaya :
  1. Pengklaiman / pengakuan budaya Indonesia oleh Negara lain
Pengklaiman budaya Indonesia oleh Negara lain terjadi karena bangsa Indonesia sendiri tidak merasa memiliki akan kebudayaan bangsa sendiri dan kebudayaan yang sudah ada tidak di patenkan melalui PBB sehingga bangsa lain bebas mengakui budaya Indonesia karena secara hukum memang tidak kuat.
Solusi : Pemerintah harus melakukan tindakan yaitu dengan mengurusi hak kepemilikan budaya Indonesia lewat PBB. Kedua, kita sebagai bangsa Indonesia harus mempunyai rasa cinta kepada tanah air dan budaya bangsa.
  1. Lunturnya Budaya Bangsa oleh Budaya Luar
Budaya luar yang masuk secara langsung telah melunturkan budaya bangsa Indonesia karena dengan kemajuan teknologi jaman sekarang budaya-budaya luar akan bebas masuk tanpa dapat disaring terlebih dahulu.
Solusi : Harus ada tindakan dari pemerintah dalam membatasi dan menyaring budaya luar yang masuk terutama budaya yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Permasalahan Teknologi :
  1. Kejahatan Internet
Kejahatan Internet adalah tindakan pelanggaran hukum yang dalam prakteknya menggunakan Jaringan computer sebagai alat untuk melakukan kejahatan.
Solusi : harus ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum dengan mengenakan sanksi khusus sehingga para criminal dunia maya menjadi jera, selain itu harus ditingkatkan pula keamanan dalam jaringan computer sehingga system yang ada tidak mudah dimasuki.
  1. Keterbatasan Pengetahuan tentang Teknologi
Masyarakat Indonesia umumnya tidak mengetahui kemajuan teknologi sekarang ini, hal ini disebabkan karena mereka tidak mempunyai akses ke dalamnya.
Solusi : ketidaktahuan masyarakat akan teknologi dapat diatasi dengan modernisasi teknologi ke sekolah-sekolah terutama sekolah yang berada di desa terpencil dan mengadakan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya teknologi saat ini

Mola-mola

ikan mola- mola atau ikan matahari adalah salah satu ikan yang unik, bentuknya yang bulat dan pipih serta sirip yang terletk di bagian punggung dan perutnya yang runcing menjadikan ikan ini berbeda dengan jenis yang lainnya.
ini dia gambarnya :

ikan ini bergerak sangat lamban dan sebagian ahli menggolongkan ikan ini ke dalam jenis plankton karena cara berenang ikan ini yang tidak bisa melawan arus dan cenderung terbawa arus.
makanan kesukaan  ikan ini adalah ubur-ubur, makanya di perairan yang banyak ubur-ubur ikan ini sangat melimpah.
ukuran ikan matahari bisa mencapai panjang 1 meter dan berat satu ton,, kebayang ga tuh ??? dengan ukuran yang sebesar ini ikan matahari cenderung memiliki sedikit musuh.
nah,, sekarang kita ke bagian reproduksinya,,
ikan matahari bisa bertelur sampai dengan 300 juta telur.. hmmm.. banyak sekali ya..
ukuran anak-anaknya sekitar sebesar huruf “O” dan mempunyai duri-duri yang berfungsi untuk melindungi diri dari pemangsa. ketika tumbuh besar, duri-duri ini semakin menghilang.
kulit ikan matahari tidak bersisik melainkan licin dan mempunyai lapisan seperti cangkang yang mempunyai ketebalan sekitar 7,5 cm dan katanya nih,, ga bisa tembus peluru.. wuih,, mantap tuh,,
bisa ga ya dijadikan baju anti peluru ?? hehe
ikan matahari cenderung tidak berbahaya bagi manusia tetapi pada beberapa kasus, ikan matahari bisa menyebabkan kapal tenggelam, karena ikan tersebut gerakannya lambat sehingga tidak bisa menghindar ketika ada kapal jadi tabrakan deh..
ikan matahari sering tertangkap jaring nelayan di perairan tropis, butuh kerja keras untuk mengolah dagingnya karena cangkang/kulitnya yang tebal…
   
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar